Wednesday, March 6, 2013

Yunky A.S. Sofyan : Cermat Menghitung Agar tak Buntung

Fakta bicara : Tak semua investor merengkuh laba dari waralaba. Butuh kehati-hatian agar investasi berjalan sesuai dengan rencana.

pict-artikel-cermat-yunky1

Para calon pembeli waralaba tampaknya belajar dari Yunky A.S. Sofyan yang sukses menjadi entrepreneur dengan membeli waralaba Indomaret. Yunky merupakan franchisee Indomaret tahun 2001. Pria kelahiran 1954 ini memilih pensiun dini dari Bulog tahun 2001. ” Saya pensiun di bawah usia 50 tahun. Tidak mendapat pesangon atau pensiunan, padahal saya sudah 17 tahun di Bulog,” ujar mantan Manajer Pengelola Koperasi Bulog. Yunky pernah ditawari kuliah lagi di Inggris kala masih di Bulog, tetapi justru memilih memegang jabatan manajer koperasi itu.
Setelah membaca buku Robert Kiyosaki, Yunky terinspirasi pindah kuadran. Karena tidak punya pensiunan, dia memberanikan diri meminjam uang kakaknya guna memulai bisnis dari nol. Nekat lho waktu itu, saya ambil franchise Indomaret.” Ujar ayah tiga anak ini. Perkenalan dengan Indomaret sebenarnya sudah lama, yakni sejak masih di Bulog. Maklum waktu itu Koperasi Bulog bekerjasama dengan Indomaret untuk membuka gerai ritel yang ternyata sukses. Dia tahu persis kinerjanya. “Dari pengalaman itulah saya berani berhenti dari Bulog untuk coba menjalankan bisnis ritel sendiri tahun 2001.” katanya. Gerai Indomaret pertama dibuka Yunky di daerah Jatake, Tangerang. Investasi yang dikeluarkan Rp 350 juta plus biaya sewa tempat. Franchise fee sekitar Rp 75 juta per lima tahun (jika ditambah PPn jadi 82,5 juta). Lalu, sewa tempat selama lima tahun Rp.175 juta. “jadi perlengkapan masih murah,” katanya. Dia mengenang gerai pertama itu bisa balik modal hanya dalam 18 bulan. Padahal janji franchisor BEP akan terjadi dalam 36 bulan. Wajar kalau Yunky kemudian makin antusias membuka gerai Indomaret lain lokasi. Dan kini dia sudah punya 6 cabang Indomaret, yaitu di Condet, Kalisari, Jatake, Balaraja Barat, Bandung dan Bogor. Rata-rata masing-masing gerai bisa BEP tidak lebih dari dua tahun. “Cukuplah yang saya punya, saya tidak mau rakus.” Tuturnya merendah. Yunky juga pernah membeli franchise Bakmi Japos hasil keuntungan di Indomaret. “Bakmi Japos tenggelam saya ikut tenggelam. Gerainya sudah ditutup sekarang.” ujarnya.
Setelah Bakmi Japos, Yunky mengambil franchise lain, Bolo-Bolo. Jadi, dia tidak kapok bisnis makanan walau rugi di Bakmi Japos. “Bolo-Bolo just so so, biasa saja,” imbuhnya. ” Terakhir saya ambil KSO Martabak Alim,” tuturnya seraya mengatakan, bisnis ini sedang booming. Targetnya, bisa membuka gerai 10 gerai Martabak Alim. Biaya total mengambil KSO martabak ini Rp.200 juta/gerai- sudah termasuk biaya sewa tempat. Dia yakin Martabak Alim bisa BEP kurang dari setahun.
Apa kiat Yunky dalam membeli waralaba? “Saya pakai feeling saja. Kalau saya gagal di Bakmi Japos, saya rasa itu bagian dari resiko bisnis. Kalau kita untung, sebagai muslim berarti kita membayar zakat lebih banyak. Kalau rugi berarti zakat kita belum beres.” Ujar pria yang membawahkan 60 karyawan itu. Yang jelas, kini Yunky sudah bisa membeli property berkat pendapatan dari waralaba Indomaret. Dari 6 gerai Indomaretnya, tiga diantaranya sudah menempati gedung milik sendiri.
Yang juga menarik, Yunky bisa menggunakan laporan rugi-laba perusahaan (laporan cash flow gerai) sebagai jaminan di bank untuk membuka cabang baru. “Cabang ke-3 dan ke-4 saya pakai pinjaman 100 % dari bank,” ujar pria yang gemar berbusana kasual ini. Kiat yang tentu saja menarik direplikasi. Yunky memberikan tip, pada bisnis waralaba yang biasanya sudah ada SOP jelas, keberhasilan tergantung pada soft competence. “Pemilik jangan hanya komando. Angkat-angkat barang juga harus ikut. Dengan karyawan harus ada personal touch,” katanya.
Jadi, kunci sukses bukan hanya kalkulasi, partisipasi sebagai entrepreneur juga mutlak.
pict-tabel-cermat-yunky1
(Sudarmadi, SWA edisi 16-26 Juli 2009)


Sumber: http://indomaret.co.id/2009/08/18/yunky-as-sofyan-cermat-menghitung-agar-tak-buntung/

Tuesday, March 5, 2013

Tips Mengatasi Persaingan Bisnis

Cikidotcom – Pada tahun 2013 ini, perkembangan bisnis diperkirakan akan mengalami peningkatan yang begitu pesat terutama di negara Indonesia. Hal ini terlihat dari banyak-nya golongan masyarakat yang dahulu kala lebih memilih karir untuk menunjang kehidupannya, sekarang ini semakin tumbuh jiwa enterpreneur dan mulai memilih untuk merintis sebuah usaha.

Melihat peluang yang besar untuk memulai sebuah usaha didasarkan pada potensi pasar dan konsumen indonesia yang sangat luas. Walaupun usaha yang akan mereka mulai menjanjikan keuntungan yang besar, namun beragam resiko kegagalan dapat menghantuinya, dikarenakan persaingan yang semakin ketat.

Untuk itu, saya akan memberikan beberapa tips guna mengatasi persaingan bisnis yang akan anda lakukan:


  • Ciptakan ide-ide segar dalam berbisnis
    Janganlah memulai bisnis dengan memilih bisnis yang seragam, karena tingkat persaingannya akan semakin besar. Untuk itu ciptakanlah ide-ide segar untuk bisnis anda, sehingga anda akan menghasilkan strategi bisnis yang berbeda dari yang lainnya, maka bisnis anda akan sangat berpeluang besar untuk bertahan dalam jangka waktu yang lama.
  • Mengikuti perkembangan teknologi
    Jika dahulu memperluas jaringan pasar dengan menggunakan sistim Offline (dari satu tempat ke tempat lain), mulailah dari sekarang menggunakan teknologi internet untuk memperluas jaringan. Disamping menghemat waktu, anda juga dapat mengenalkan barang atau jasa yang ditawarkan, keberbagai wilayah di indonesia maupun mancanegara.
  • Memilih SDM yang mendukung bisnis anda
    Pemilihan SDM yang sesuai dengan tipe bisnis anda, hal tersebut merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan bisnis kedepannya. Jika anda salah memilih SDM untuk bisnis anda, maka dapat dipastikan bisnis anda tidak akan berjalan sesuai dengan rencana awal. Untuk itu pemilihan SDM yang handal, yang mampu menjalankan bisnis sesuai dengan kemampuannya, sangat sekali diharapkan.


Tips-tips diatas merupakan faktor yang sangat penting guna mengatasi tingkat persaingan bisnis di masyarakat. Jangan-lah ragu dan takut untuk memulai sebuah bisnis, pelajarilah semuanya maka anda akan membuka pintu keberhasilan.

Sumber: http://www.cikidot.com/bisnis-karir/tips-mengatasi-persaingan-bisnis/

11 Pelajaran yang Perlu Diketahui Entrepreneur Sebelum Bangun Startup

Meskipun seorang entrepreneur sudah terjun dalam dunia bisnis , selalu ada tantangan baru yang ia belum ketahui. Kadang ia merasa kewalahan dan ingin mendapatkan nasihat dari mereka yang sudah lebih dahulu menjalani usaha di bidang yang sama karena seperti yang kita sudah ketahui bersama, dinamika dalam sebuah startup sangat tinggi dan menguras energi. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dipelajari entrepreneur baru dari pengalaman entrepreneur lain yang sudah lebih dulu terjun.



Pelajaran 1: Investor suka membuat alasan kenapa menolak berinvestasi

Saat seorang investor mengatakan “tidak” pada permintaan investasi Anda, Anda harus mulai memperbaiki diri dan bisnis Anda dalam berbagai aspek. Bisa jadi cara Anda presentasi di depan mereka yang kurang meyakinkan, angka-angka yang terlalu bombastis, dan sebagainya. Jangan ragu untuk belajar pitching dari mereka yang sudah lebih berpengalaman. Hadiri event-event pitching dan amati mereka yang melakukan pitching.



Pelajaran 2: Berhasil meraup banyak uang bukan berarti gaji Anda juga tinggi

Biasanya sebuah startup mendapatkan modal utama usaha dan kemudian menyusul beberapa putaran pendanaan sesuai kesepakatan dengan investor yang bersangkutan. Setelah mengantongi pendanaan ini, seorang pendiri sekaligus pemilik startup umumnya bersuka ria karena bisa mengambil gajinya dan gaji itu pastinya besar. Sayangnya, tidak secepat itu. Idealnya, pendiri harus mengendalikan diri untuk menerima gaji yang tidak terlalu membebani keuangan bisnis yang belum stabil. Karena jika itu dilakukan, gaji yang besar itu mungkin akan berdampak besar pada keberlangsungan usaha. Anda bisa kehilangan saham di usaha kelak jika terlalu rakus dengan gaji.



Pelajaran 3: Hati-hati dalam bernegosiasi

Anda menggunakan jasa penasihat bisnis atau mentor atau advisor? Bijaklah dalam bekerjasama dengan mereka karena mereka biasanya meminta kompensasi dalam berbagai macam bentuk, misalnya andil dalam kepemilikan usaha. Meski banyak hal yang bisa diserap dari mereka, pastikan negosiasi itu hasilnya tidak akan meruntuhkan usaha Anda dalam jangka panjang.

Pelajaran 4: 90% acara jejaring startup sama sekali tak berguna

Apa yang biasanya Anda dapatkan di acara-acara pertemuan antarstartup tidak semuanya bermanfaat dan bahkan bisa diperoleh secara online. Namun demikian, jangan hindari semua acara seperti itu. Pergilah jika memang acara itu mengundang sosok yang Anda ingin pelajari atau ajak kerjasama. Selalu amatai apakah audiens yang hadir lebih berkompeten dari Anda atau tidak. Jika sama atau lebih ‘hijau’, lebih baik pertimbangkan sekali lagi.





Pelajaran 5: Jangan terpaku pada satu tempat atau kelompok

Saat bekerja sebagai entrepreneur yang membuat produk, usahakan untuk tidak hanya membuatnya berdasarkan tempat tertentu karena akan susah mengembangkannya. Dan jika Anda menerima nasihat dari entrepreneur yang lebih berpengalaman, jangan lupa bahwa mereka tetaplah bukan konsumen Anda. Turunlah ke lapangan dan ketahui apa yang konsumen butuhkan.

Pelajaran 6: Tak pernah terlambat untuk hasilkan uang

Mulailah menjual sedini mungkin dalam startup Anda karena inilah yang mengurangi risiko burnout atau kehabisan dana. Selalu ingat sektor penjualan Anda.

Pelajaran 7: Pengalaman bukan segalanya

Saat merekrut orang, jangan hanya fokus pada pengalamannya.Bisa jadi pengalamannya itu kurang sesuai dengan karakter atau kondisi startup Anda sekarang. Mereka yang sukses di perusahaan besar belum tentu juga sukses di startup yang masih penuh perjuangan.

Pelajaran 8: Pilih teman Anda

Tengok sekitar Anda. Apakah Anda lebih banyak bergaul dengan entrepreneur sukses atau kurang sukses? Pergaulan Anda mendefinisikan diri Anda pula.

Pelajaran 9: Waspadai rasa iri

Bekerja di startup lain dari perusahaan besar yang mapan. Orang-orang di sebuah startup bekerja keras, mendapatkan gaji yang tak banyak dan risikonya lebih tinggi. Ini perlu diketahui oleh para entrepreneur baru karena mereka banyak beranggapan bekerja di startup lebih mudah dan nyaman dari perusahaan besar.

Pelajaran 10: Bertahan pada bidang yang Anda kuasai

Jika Anda seseorang yang memahami dengan baik dunia teknologi, rintislah usaha di bidang itu. Inilah yang dilakukan investor top dunia Warren Buffet. Ia hanya mau berinvestasi di bidang industri yang ia ketahui dengan baik. Ia tidak berinvestasi dengan hanya berdasarkan pada kesukaan pribadi, atau emosi semata. Dan jangan memulai usaha di bidang yang sedang naik daun tetapi Anda tak ketahui sama sekali.

Pelajaran 11: Mereka yang sukses belum tentu tahu apa yang terbaik untuk Anda

Dahlan Iskan pernah mengatakan berbahayanya nasihat bagi entrepreneur, karena tidak semua nasihat itu cocok untuk setiap entrepreneur. Ia menyarankan para entrepreneur untuk lebih bersandar pada upaya dan pengalamannya sendiri karena siapa lagi yang paham dengan bisnis seseorang kecuali si entrepreneur sendiri? (*Akhlis)


Sumber: http://eciputra.com/berita-2329-11-pelajaran-yang-perlu-diketahui-entrepreneur-sebelum-bangun-startup.html

Ini Dia Perbedaan Pola Pikir Orang Kaya dan Orang Biasa

Setelah 3 dekade mewawancarai orang-orang terkaya di dunia, Steve Siebold, penulis buku berjudul 'How Rich People Think' (bagaimana cara berpikir orang kaya) berkesimpulan, ada perbedaan pola pikir dan cara pandang yang jelas soal uang, antara orang biasa atau masyarakat kelas menengah dengan orang-orang terkaya dunia.

"Orang-orang terkaya dunia melihat uang sebagai kemerdekaan dan kesempatan, bukan sebagai akar dari kekacauan. Kita sering berpikir bahwa uang adalah akar dari kekacauan atau malapetaka. Lalu kenapa kita berusaha untuk mendapatkan uang kalau hanya akar dari malapetaka?" kata Siebold.

Dalam bukunya, Sibold mengungkapkan 100 perbedaan cara berpikir antara orang biasa dengan kalangan miliuner di dunia. Berikut 5 perbedaan cara pikir orang biasa dan orang terkaya yang dikutip dari dailyfinance.com, Senin

1. Orang Biasa Berpikir Soal Menabung, Orang Kaya Berpikir Meningkatkan Pendapatan]


"Orang biasa berpikir menabung agar uangnya melimpah, tapi terus merasa kekurangan uang," ujar Siebold. Jika anda mempunyai pendapatan Rp 200 juta per tahun dan menabung 10% dari pendapatan anda. Maka anda akan mendapatkan 20 juta di akhir tahun. Ini bukanlah cara untuk memperkaya diri, dan anda tidak akan kaya dengan cara ini.

Siebold mengatakan, orang-orang terkaya di dunia menabung juga, tapi pikiran mereka yang utama adalah untuk meningkatkan pendapatan, sehingga jumlah uang yang bisa anda tabung lebih banyak.


2. Orang Biasa Menganggap Berwirausaha Sebagai Risiko, Orang Kaya Berwirausaha Untuk Jadi Kaya]


"Sebagian besar orang berpikir soal uang dengan cara yang biasa, misalkan, bila saya bisa mendapatkan sekian rupiah per jam, maka saya akan mendapatkan lebih banyak lagi dengan bekerja lebih lama," ujar Siebold. Bahkan ada orang yang berpikir, jika ingin kaya harus mendapatkan gelar MBA. Para orang-orang terkaya di dunia justru berpikir, cara menjadi kaya adalah dengan memberi jalan keluar bagi orang banyak dengan memberikan ide. Dari ide-ide tersebut maka dia akan memperoleh uang.

Namun banyak orang berpikir, daripada menjadi gila karena memikirkan ide-ide segar dan belum tentu mendapatkan uang, maka mereka memilih menjadi pegawai dan menganggap berwirausaha adalah risiko.


3. Orang Biasa Melihat Uang Secara Emosional, Orang Kaya Melihat Uang dengan Logika]



Ada perbedaan mendasar dari cara pandang orang biasa dan orang terkaya dunia melihat uang. Sieblod mengatakan, orang biasa dan bahkan yang berpendidikan sekalipun, sangat perhitungan menggunakan uangnya.

Namun orang-orang terkaya tidak khawatir kehilangan uangnya, karena mereka menggunakan uangnya untuk memperbesar pendapatannya di kemudian hari. Seperti untuk berinvestasi tanpa memikirkan risikonya


4. Beda Cara Mencapai Target Antara Orang Biasa dengan Orang Kaya]


Siebold mengatakan, orang-orang biasa dan kelas menengah tidak memiliki keinginan kuat untuk mencapai targetnya. Tapi orang-orang terkaya dunia sangat fokus dengan uang dan bisnis mereka. Bagi para orang-orang terkaya dunia, target harus dicapai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan, bagi mereka taruhannya capai target atau mati!

Karena itulah, orang-orang kaya ini bisa memperoleh impian dan targetnya dengan cepat dan uangnya terus bertambah.


5. Orang Kaya Tidak Dikendalikan Oleh Keinginan]


Donald Trump dan Richard Branson yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia sering berkeliling dunia dengan jet pribadinya. Sementara orang-orang biasa berpergian dengan mobil dan tinggal di rumah sederhananya.

"Orang-orang kaya ini terus bertambah kekayaannya tiap hari. Saya melihat Naomi Judd (salah satu artis kaya) di TV, dan dia mengatakan alasannya dia bisa kaya adalah karena dia tidak pernah menghamburkan uangnya. Dia tidak mempunyai desainer pribadi dan perhiasan mahal. Inilah tipikal orang-orang kaya di dunia. Mereka tidak mewah," kata Siebold.

Pernyataan-pernyataan seperti ini telah didapatkan Siebold dari sejumlah orang-orang terkaya yang dia wawancarai.

"Jika anda kaya, maka anda bebas dan tidak diperbudaki oleh orang lain. Kemerdekaan ekonomi adalah salah satu faktor utama kesuksesan. Ini mengantar orang untuk memupuk kekayaannya," jelas Siebold.



Sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/512af1d25b2acfd305000004/ini-dia-perbedaan-pola-pikir-orang-kaya-dan-orang-biasa/

Menyiapkan Dana Menikah, Pakai Investasi Apa?

Tanya:
Dear Financial Advisors.
Saya karyawan swasta dengan penghasilan 3 juta per bulan. Saya mempunyai rencana 2 tahun lagi akan menikah. Saya bingung untuk memilih tabungan antara jangka pendek atau panjang, karena jika saya memilih tabungan jangka panjang, pada tahun ke 2 hanya mendapatkan sekitar 7 juta (dengan asumsi premi setiap bulannya 500 ribu selama 10 tahun) dan uangnya belum bisa diambil pada tahun ke 2. Padahal kalau menabung tabungan jangka pendek untuk jangka waktu 2 tahun sudah mendapatkan 12 juta. Sebaiknya saya memilih tabungan jangka panjang atau jangka pendek ya untuk rencana menikah 2 tahun lagi?
Nizar, 21 tahun

Jawab:
Dear Nizar,

Ikut senang Anda sudah mempunyai tujuan dan jangka waktu pernikahan yang jelas. Satu hal yang paling penting adalah bukan seberapa besar pendapatan, tapi seberapa besar kita dapat menyisihkan dari penghasilan bulanan setelah dikurangi biaya hidup dan kewajiban lainnya.

Oleh karena itu, dalam tujuan menikah dua tahun lagi, tentukan dulu dana yang ingin dicapai berapa jumlahnya. Maka kita dapat menentukan berapa besar dana yang harus disisihkan setiap bulannya. Jenis investasinya kemudian mengikuti.

Sebagai contoh, dana menikah yang ingin dicapai adalah sebesar Rp50 juta. Maka Rp50 Juta dibagi 24 bulan adalah Rp2.083.333. Artinya Anda harus menyisihkan Rp2.083.333 setiap bulan selama 2 tahun agar dana tersebut tercapai (dengan asumsi menghilangkan faktor inflasi).

Karena jangka waktu pencapaiannya dua tahun lagi, produk tabungan jangka pendek pun menjadi salah satu pilihan yang tepat. Hindari masuk ke produk yang terlalu agresif.

Silakan lakukan perhitungan sendiri. Jika dirasakan belum memiliki kemampuan menyisihkan uang sebesar itu per bulannya, hal yang harus dilakukan adalah berusaha realistis jika dana yang dicapai mungkin belum bisa sebesar yang diharapkan.

Tapi ingat, kita juga masih memiliki penghasilan tahunan (bonus dan THR). Sisihkan dari penghasilan tahunan untuk memepercepat pencapaian tujuan menikah.

Selamat menabung!


Yudit Yunanto
www.QMFinancial.com

Sumber: http://id.she.yahoo.com/menyiapkan-dana-menikah--pakai-investasi-apa--131259675.html

10 Sikap Positif dalam Bekerja

Mengapa sebagian orang dapat dengan mudah mencapai posisi teratas di suatu perusahaan, sementara sebagian lagi sulit untuk mendapatkan promosi? Apakah kecerdasan, bakat, serta kekuasaan orang-orang tertentu mudah melesat? Tidak juga. Sikap ternyata lebih berperan. Ikuti sepuluh sikap positif ini, dan yakinlah karier Anda melesat maju.
 
1. Nasib saya tergantung dari diri saya.

Bila Anda menghabiskan waktu hanya untuk menunggu datangnya mukjizat, maka Anda akan menunggu lama sekali, malah barangkali sia-sia. Seseorang yang sukses selalu melakukan sesuatu, secara baik dan tepat, untuk mewujudkan keinginannya. Anda sebaiknya bergerak dan melakukan sesuatu, cari cara yang baik dan tepat, jangan hanya menunggu. Anda pasti akan berhasil dan berhak untuk mewujudkan impian.

2. Segala sesuatu mungkin saja terjadi.

Anda berpikir tidak mungkin menjadi wakil direktur. Jika demikian, maka Anda memang tidak akan pernah menduduki posisi tersebut. Ingat, jika Anda berpikir tidak bisa, maka Anda tidak akan pernah bisa. Tetapi bila berpikir Anda bisa, maka Anda pasti bisa.

3. Pekerjaan apa pun harus dilakukan dengan baik.

Anda tidak pernah tahu saat Anda diperhatikan atau dinilai. Bila Anda terbiasa melakukan pekerjaan dengan baik dan benar, maka Anda tidak mendapatkan kesulitan untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar. Jangan lupa, apa pun yang Anda lakukan, pasti diperhatikan oleh atasan.

4. Menganggap penting setiap orang.

Bila Anda ingin bersikap agresif, Anda pun perlu bersikap baik dengan rekan sekerja serta orang-orang yang berada di sekeliling. Anda keliru kalau menganggap tidak perlu menjalin hubungan baik dengan sekretaris atasan. Bersikaplah sopan dan ramah terhadap orang-orang di sekeliling Anda. Soalnya, kita tidak pernah tahu, sikap baik itu mungkin memegang peranan penting bagi masa depan Anda.

5. Tidak terpaku pada latar belakang pendidikan.

Bila selalu merasa bahwa pekerjaan yang Anda lakukan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, maka Anda akan menghasilkan pretasi yang buruk. Mungkin pekerjaan yang Anda lakukan tidak terlalu cocok bagi Anda, tetapi seorang profesional yang sukses melakukan tugas yang dibebankan kepadanya dengan sebaik-baiknya tanpa peduli di mana mereka berada.

6. Memiliki jejaring yang kuat.

Pegawai yang sukses memahami dengan baik pentingnya suatu jaringan, baik di dalam maupun di luar kantor. Anda perlu bersikap proaktif untuk mengembangkan hubungan profesional. Ajak dan undang rekan sekerja untuk makan siang di luar. Sesekali, pergilah ke kafe sehabis jam kerja. Bergabunglah dengan yayasan profesional. Kembangkan jaringan profesional demi masa depan Anda.

7. Tidak terpaku pada jam kerja.

Karena Anda bertanggung jawab atas nasib Anda, maka sudah menjadi kewajiban untuk terus mencari jalan dalam memperbaiki profesionalisme Anda. Bersikap sukarela dalam melakukan pekerjaan tambahan, berminat belajar sesuatu yang baru, serta bersedia pulang terlambat untuk membantu sesama rekan sekerja. Pekerja yang sukses tidak hanya bekerja terpaku pada jam kerja, tetapi juga bersedia melakukan lebih agar dirinya terlihat.

8. Kegagalan merupakan kunci sukses.
 
Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dari waktu ke waktu. Perbedaan antara orang yang sukses dan orang yang gagal adalah bagaimana mereka menghadapi kegagalan yang dialami. Pegawai yang sukses selalu belajar dari kesalahan yang mereka lakukan dan tetap maju.

9. Perlihatkan kemampuan.

Apakah Anda menunggu sampai seseorang melihat bakat dan kemampuan Anda? Mungkin sudah saatnya memperlihatkan kemampuan Anda. Katakan keberhasilan Anda dan apa yang telah Anda lakukan bagi perusahaan. Profesional yang sukses mengerti cara memperlihatkan keberhasilan mereka tanpa terkesan sombong.

10.Tidak pernah berhenti mencari peluang.

Tentu saja ada saat di mana Anda puas dengan pekerjaan yang sedang Anda geluti. Tetapi jangan lupa, profesional yang sukses selalu mencari kesempatan untuk maju dan berkembang. Pasang mata, buka telinga, dan buka wawasan untuk tantangan dan kesempatan baru. Anda tidak pernah tahu, kapan akan mendapatkan sesuatu yang dapat mengubah karier Anda menjadi lebih cemerlang.

Enterpreneurship; Berpikir Sederhana dan Bertindak Cepat

Kata “entrepreneur” berasal dari bahasa Perancis:  “entre” berarti antara dan “prendre” berarti mengambil, secara harfiah dapat diartikan sebagai orang yang berani mengambil risiko dan memulai sesuatu yang baru. Entrepreneurship sendiri bukanlah merupakan sebuah  profesi, melainkan sebuah pola pikir atau mindset yang diimplementasikan dengan kerja keras, sikap hidup optimis, inovatif dan kreatif, serta memiliki jiwa kepemimpinan.
 
“Kata kunci menjadi enterpreneur adalah berpikir sederhana dan bertindak cepat, jika gagal harus dievalusi, sabar, jangan putus asa dan  terus mencoba,” ungkap Hariono,narasumber pada kuliah umum tentang enterpreneurship yang diadakan oleh Kedeputian Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi  (TAB) BPPT. Hariono yang juga menjabat sebagai CEO Dayu Group menambahkan bahwa  sifat-sifat enterprenur antara lain kreatif, mau maju dan belajar, serta mau bekerja keras. Sementara lawan dari sifat enterpreneur antara lain malas, spekulasi, malu/gengsi, takut gagal dan sejenisnya.

"Kedeputian TAB mengadakan hal ini untuk memberikan wawasan lebih luas tentang kewirausahaan dengan cara menggali pengetahuan dari narasumber utama, tak hanya teori, tapi juga kisah pengalamannya selama puluhan tahun sebagai wirausaha," ujar Listyani Wijayanti, Depka TAB-BPPT.

Dalam kaitannya dengan tupoksi BPPT, entrepreneur berarti tidak mesti BPPT yang bertindak sebagai institusi pembuat produk sekaligus sebagai penjual."Kedua kegiatan tersebut bisa dilakukan oleh dua institusi yang berbeda dan keduanya memerlukan jiwa entrepreneur,” ungkap Hariono. Acara yang dihelat di Ruang Komisi 1 dan 2 BPPT ini bertujuan  untuk memberikan wawasan tentang enterpreneurship dari sudut pandang seorang praktisi. Kuliah dihadiri oleh Deputi Kepala BPPT bidang TAB, para direktur  serta diikuti lebih dari 100 orang karyawan di lingkungan Kedeputian TAB. Adapun materi yang disampaikan berupa kiat-kiat praktis tentang bagaimana memulai untuk menjadi seorang entrepreuner.(TAB/SYRA/humas)

Sumber: http://pi-umkm.gin.web.id/id/seputar-bppt/enterpreneurship-berpikir-sederhana-dan-bertindak-cepat.html

Samsung, Produsen Mie yang Jadi Raksasa Teknologi

Nama Samsung Electronics kini tengah menempati posisi top dalam industri teknologi. Produk-produk yang mereka hasilkan banyak diminati oleh konsumen.

Menurut penilaian beberapa pihak, Samsung saat ini adalah perusahaan elektronik dengan pendapatan terbesar di dunia. Mereka berstatus sebagai produsen smartphone dan televisi terbesar sejagat.

Bagaimana upaya Samsung meraih posisi puncak dan apa rahasia mereka menjadi raksasa teknologi dari nol?

1. Bermula dari Produsen Makanan
Pada awalnya, Samsung sama sekali tidak memproduksi barang elektronik. Perusahaan ini didirikan oleh Lee Byung Chull pada tahun 1938 sebagai perusahaan perdagangan makanan.

Samsung saat itu antara lain memproduksi mie dan berkantor di wilayah Daegu, Korea Selatan. Perusahan ini lumayan sukses dan kemudian pindah kantor ke Seoul.

Setelah perang Korea selesai, Samsung mulai melebarkan sayap bisnisnya. Pada tahun 1954, Samsung membangun pabrik pakaian wol terbesar di Korsel.

Sukses di bidang bisnis yang dirintisnya, Samsung akhirnya memutuskan masuk ke bisnis elektronik pada tahun 1960. Produk pertama mereka adalah televisi berlayar hitam putih.

Nama Samsung sendiri dalam bahasa Korea Selatan berarti tiga bintang. Dalam logo awalnya, lambang Samsung memang menampakkan tiga buah bintang.

Tiga mewakili arti besar, banyak dan powerful. Sedangkan bintang diartikan sebagai keabadian.

2. Dipandang Remeh
Awal mula Samsung memasuki bisnis elektronik tidak berjalan dengan mulus. Produk mereka masih dipandang tidak berkualitas dan murahan.

Samsung Electronics masih kalah jauh dari para rival asal Jepang. Terutama Sony yang saat itu adalah nama besar di jagat teknologi dunia.

Lee kun Hee, anak ketiga pendiri Samsung, menyadari citra Samsung yang masih buruk dan dianggap sebagai vendor kelas dua. Pada tahun 1993, Lee meminta dilakukan reformasi radikal agar Samsung berjaya menjadi pemain elektronik kelas dunia.

"Ubah semua hal kecuali istri dan anak-anakmu," demikian kata-katanya yang terkenal. Sejak saat itu, Samsung pun melesat sangat cepat.

Samsung berinvestasi besar-besaran membuat produk berkualitas. Dan juga kampanye iklan untuk membuat nama mereka semakin dikenal di mancanegara.

3. Menjadi Produsen Elektronik Top
Sejak tahun 1990-an itulah, Samsung Electronics menapak pada kejayaan. Mereka menjadi produsen memory chip terbesar di dunia pada tahun 1992 dan produsen chip nomor dua setelah Intel.

Pada tahun 1995, Samsung menciptakan layar LCD pertama dan kemudian menjadi pabrikan LCD terbesar. Samsung juga memproduksi hampir semua perangkat elektronik, termasuk smartphone.

Dilhat dari unit terjual, Samsung saat ini adalah produsen ponsel terbesar menggantikan Nokia. Mereka juga berstatus produsen televisi dengan penjualan terbanyak sejak tahun 2006.

Kejayaan Samsung di banyak bidang eletronik membuat produsen elektronik asal Jepang kelabakan. Sejak tahun 2005, merek Samsung sudah lebih populer ketimbang Sony menurut riset Interbrand.

Dan sejak tahun 2009, Samsung menjadi perusahaan elektronik dengan pendapatan tertinggi sejagat, menjungkalkan Hewlett Packard.

4. Rahasia Sukses Samsung
Samsung lebih dikenal sebagai pengikut yang cepat dalam bisnis elektronik. Dalam arti, mereka biasanya membiarkan pihak lain berinovasi terlebih dahulu sebelum membanjiri pasar dengan produk yang sejenis, namun tidak kalah bagus dan malah lebih berkualitas.

Memang formula ini sering berhasil. Meski kadang membuat Samsung tersandung kasus hukum, misalnya melawan Apple karena dinilai meniru iPhone dan iPad.

Para pimpinan Samsung selalu menggambarkan perusahaan dalam kondisi krisis sebagai pelecut semangat, meski nyatanya mereka sedang di puncak. Inilah salah satu rahasia sukses mereka.

"Saat ini adalah krisis yang sesungguhnya. Kebanyakan bisnis flagship dan produk Samsung akan usang dalam 10 tahun. Kita harus memulai hal yang baru," kata Lee kun Hee dua tahun lalu.

"Kekuatan sesungguhnya dari Samsung adalah kecepatannya. Orang Korea makan dengan cepat, berbicara cepat dan berjalan seperti orang gila. Itu adalah semangat orang Korea dan Samsung adalah contoh sifat kompetitif mereka," kata Professor Sea Jin Chang, penulis buku Sony vs Samsung.

"Bagi orang Korea, menjadi nomor satu, mendapatkan medali emas adalah sesuatu yang penting," kata Tony Michell, penulis Samsung Electronics and the Struggle for Leadership of the Electronics Industry.

Samsung punya kemampuan untuk melepas produk baru dengan sangat cepat. Dikarenakan organisasinya mirip dengan militer, sangat disiplin dan manajemennya sangat berkuasa.

Samsung juga bekerja giat meningkatkan brand awaereness. Mereka mensponsori klub sepak bola Chelsea dan juga Olimpiade. Pada tahun 2011, nilai brand Samsung sudah senilai USD 23,4 miliar.

5. Memprediksi Masa Depan Samsung
Kini, Samsung adalah pemimpin pasar eletronik yang disegani. Banyak pihak menilai kini saatnya Samsung unjuk gigi sebagai inovator yang sesungguhnya mengingat nama mereka yang meraksasa.

Samsung tampaknya menyadari hal tersebut. Smartphone keluaran terbaru mereka tidak lagi seperti produk orang lain dan menampilkan inovasi tersendiri.

Seperti Galaxy Note yang menghadirkan sebuah stylus canggih. Dan di bidang televisi, mereka menghadirkan perangkat yang bisa mengenali perintah dengan suara atau lambaian tangan.

Samsung juga berusaha membuat software berkualitas, setelah selama ini lebih dikenal sebagai produsen hardware. Misalnya dengan pengembangan Tizen sebagai OS smartphone baru mereka.

Dengan brand yang sudah mengglobal dan mesin marketing luar biasa, kesuksesan Samsung diprediksi masih bertahan lama. Namun ancaman tetap menghadang, seperti bangkitnya produsen teknologi asal China.

"Bukan gugatan Apple yang akan meruntuhkan Samsung. Namun OEM asal China," kata Hoarce Dediu, seorang analis industri.

Namun ada juga yang menilai produsen asal China belum mampu bersaing dalam waktu dekat. "China masih harus belajar soal kualitas produk dan kemampuan memproduksi jutaan item tanpa cacat," kata Tony Mitchell.

Sumber: http://inet.detik.com/read/2013/01/14/115114/2141270/398/2/samsung-produsen-mie-yang-jadi-raksasa-teknologi991104topnews