Showing posts with label Personality. Show all posts
Showing posts with label Personality. Show all posts

Tuesday, March 5, 2013

Ini Dia Perbedaan Pola Pikir Orang Kaya dan Orang Biasa

Setelah 3 dekade mewawancarai orang-orang terkaya di dunia, Steve Siebold, penulis buku berjudul 'How Rich People Think' (bagaimana cara berpikir orang kaya) berkesimpulan, ada perbedaan pola pikir dan cara pandang yang jelas soal uang, antara orang biasa atau masyarakat kelas menengah dengan orang-orang terkaya dunia.

"Orang-orang terkaya dunia melihat uang sebagai kemerdekaan dan kesempatan, bukan sebagai akar dari kekacauan. Kita sering berpikir bahwa uang adalah akar dari kekacauan atau malapetaka. Lalu kenapa kita berusaha untuk mendapatkan uang kalau hanya akar dari malapetaka?" kata Siebold.

Dalam bukunya, Sibold mengungkapkan 100 perbedaan cara berpikir antara orang biasa dengan kalangan miliuner di dunia. Berikut 5 perbedaan cara pikir orang biasa dan orang terkaya yang dikutip dari dailyfinance.com, Senin

1. Orang Biasa Berpikir Soal Menabung, Orang Kaya Berpikir Meningkatkan Pendapatan]


"Orang biasa berpikir menabung agar uangnya melimpah, tapi terus merasa kekurangan uang," ujar Siebold. Jika anda mempunyai pendapatan Rp 200 juta per tahun dan menabung 10% dari pendapatan anda. Maka anda akan mendapatkan 20 juta di akhir tahun. Ini bukanlah cara untuk memperkaya diri, dan anda tidak akan kaya dengan cara ini.

Siebold mengatakan, orang-orang terkaya di dunia menabung juga, tapi pikiran mereka yang utama adalah untuk meningkatkan pendapatan, sehingga jumlah uang yang bisa anda tabung lebih banyak.


2. Orang Biasa Menganggap Berwirausaha Sebagai Risiko, Orang Kaya Berwirausaha Untuk Jadi Kaya]


"Sebagian besar orang berpikir soal uang dengan cara yang biasa, misalkan, bila saya bisa mendapatkan sekian rupiah per jam, maka saya akan mendapatkan lebih banyak lagi dengan bekerja lebih lama," ujar Siebold. Bahkan ada orang yang berpikir, jika ingin kaya harus mendapatkan gelar MBA. Para orang-orang terkaya di dunia justru berpikir, cara menjadi kaya adalah dengan memberi jalan keluar bagi orang banyak dengan memberikan ide. Dari ide-ide tersebut maka dia akan memperoleh uang.

Namun banyak orang berpikir, daripada menjadi gila karena memikirkan ide-ide segar dan belum tentu mendapatkan uang, maka mereka memilih menjadi pegawai dan menganggap berwirausaha adalah risiko.


3. Orang Biasa Melihat Uang Secara Emosional, Orang Kaya Melihat Uang dengan Logika]



Ada perbedaan mendasar dari cara pandang orang biasa dan orang terkaya dunia melihat uang. Sieblod mengatakan, orang biasa dan bahkan yang berpendidikan sekalipun, sangat perhitungan menggunakan uangnya.

Namun orang-orang terkaya tidak khawatir kehilangan uangnya, karena mereka menggunakan uangnya untuk memperbesar pendapatannya di kemudian hari. Seperti untuk berinvestasi tanpa memikirkan risikonya


4. Beda Cara Mencapai Target Antara Orang Biasa dengan Orang Kaya]


Siebold mengatakan, orang-orang biasa dan kelas menengah tidak memiliki keinginan kuat untuk mencapai targetnya. Tapi orang-orang terkaya dunia sangat fokus dengan uang dan bisnis mereka. Bagi para orang-orang terkaya dunia, target harus dicapai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan, bagi mereka taruhannya capai target atau mati!

Karena itulah, orang-orang kaya ini bisa memperoleh impian dan targetnya dengan cepat dan uangnya terus bertambah.


5. Orang Kaya Tidak Dikendalikan Oleh Keinginan]


Donald Trump dan Richard Branson yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia sering berkeliling dunia dengan jet pribadinya. Sementara orang-orang biasa berpergian dengan mobil dan tinggal di rumah sederhananya.

"Orang-orang kaya ini terus bertambah kekayaannya tiap hari. Saya melihat Naomi Judd (salah satu artis kaya) di TV, dan dia mengatakan alasannya dia bisa kaya adalah karena dia tidak pernah menghamburkan uangnya. Dia tidak mempunyai desainer pribadi dan perhiasan mahal. Inilah tipikal orang-orang kaya di dunia. Mereka tidak mewah," kata Siebold.

Pernyataan-pernyataan seperti ini telah didapatkan Siebold dari sejumlah orang-orang terkaya yang dia wawancarai.

"Jika anda kaya, maka anda bebas dan tidak diperbudaki oleh orang lain. Kemerdekaan ekonomi adalah salah satu faktor utama kesuksesan. Ini mengantar orang untuk memupuk kekayaannya," jelas Siebold.



Sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/512af1d25b2acfd305000004/ini-dia-perbedaan-pola-pikir-orang-kaya-dan-orang-biasa/

10 Sikap Positif dalam Bekerja

Mengapa sebagian orang dapat dengan mudah mencapai posisi teratas di suatu perusahaan, sementara sebagian lagi sulit untuk mendapatkan promosi? Apakah kecerdasan, bakat, serta kekuasaan orang-orang tertentu mudah melesat? Tidak juga. Sikap ternyata lebih berperan. Ikuti sepuluh sikap positif ini, dan yakinlah karier Anda melesat maju.
 
1. Nasib saya tergantung dari diri saya.

Bila Anda menghabiskan waktu hanya untuk menunggu datangnya mukjizat, maka Anda akan menunggu lama sekali, malah barangkali sia-sia. Seseorang yang sukses selalu melakukan sesuatu, secara baik dan tepat, untuk mewujudkan keinginannya. Anda sebaiknya bergerak dan melakukan sesuatu, cari cara yang baik dan tepat, jangan hanya menunggu. Anda pasti akan berhasil dan berhak untuk mewujudkan impian.

2. Segala sesuatu mungkin saja terjadi.

Anda berpikir tidak mungkin menjadi wakil direktur. Jika demikian, maka Anda memang tidak akan pernah menduduki posisi tersebut. Ingat, jika Anda berpikir tidak bisa, maka Anda tidak akan pernah bisa. Tetapi bila berpikir Anda bisa, maka Anda pasti bisa.

3. Pekerjaan apa pun harus dilakukan dengan baik.

Anda tidak pernah tahu saat Anda diperhatikan atau dinilai. Bila Anda terbiasa melakukan pekerjaan dengan baik dan benar, maka Anda tidak mendapatkan kesulitan untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar. Jangan lupa, apa pun yang Anda lakukan, pasti diperhatikan oleh atasan.

4. Menganggap penting setiap orang.

Bila Anda ingin bersikap agresif, Anda pun perlu bersikap baik dengan rekan sekerja serta orang-orang yang berada di sekeliling. Anda keliru kalau menganggap tidak perlu menjalin hubungan baik dengan sekretaris atasan. Bersikaplah sopan dan ramah terhadap orang-orang di sekeliling Anda. Soalnya, kita tidak pernah tahu, sikap baik itu mungkin memegang peranan penting bagi masa depan Anda.

5. Tidak terpaku pada latar belakang pendidikan.

Bila selalu merasa bahwa pekerjaan yang Anda lakukan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, maka Anda akan menghasilkan pretasi yang buruk. Mungkin pekerjaan yang Anda lakukan tidak terlalu cocok bagi Anda, tetapi seorang profesional yang sukses melakukan tugas yang dibebankan kepadanya dengan sebaik-baiknya tanpa peduli di mana mereka berada.

6. Memiliki jejaring yang kuat.

Pegawai yang sukses memahami dengan baik pentingnya suatu jaringan, baik di dalam maupun di luar kantor. Anda perlu bersikap proaktif untuk mengembangkan hubungan profesional. Ajak dan undang rekan sekerja untuk makan siang di luar. Sesekali, pergilah ke kafe sehabis jam kerja. Bergabunglah dengan yayasan profesional. Kembangkan jaringan profesional demi masa depan Anda.

7. Tidak terpaku pada jam kerja.

Karena Anda bertanggung jawab atas nasib Anda, maka sudah menjadi kewajiban untuk terus mencari jalan dalam memperbaiki profesionalisme Anda. Bersikap sukarela dalam melakukan pekerjaan tambahan, berminat belajar sesuatu yang baru, serta bersedia pulang terlambat untuk membantu sesama rekan sekerja. Pekerja yang sukses tidak hanya bekerja terpaku pada jam kerja, tetapi juga bersedia melakukan lebih agar dirinya terlihat.

8. Kegagalan merupakan kunci sukses.
 
Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dari waktu ke waktu. Perbedaan antara orang yang sukses dan orang yang gagal adalah bagaimana mereka menghadapi kegagalan yang dialami. Pegawai yang sukses selalu belajar dari kesalahan yang mereka lakukan dan tetap maju.

9. Perlihatkan kemampuan.

Apakah Anda menunggu sampai seseorang melihat bakat dan kemampuan Anda? Mungkin sudah saatnya memperlihatkan kemampuan Anda. Katakan keberhasilan Anda dan apa yang telah Anda lakukan bagi perusahaan. Profesional yang sukses mengerti cara memperlihatkan keberhasilan mereka tanpa terkesan sombong.

10.Tidak pernah berhenti mencari peluang.

Tentu saja ada saat di mana Anda puas dengan pekerjaan yang sedang Anda geluti. Tetapi jangan lupa, profesional yang sukses selalu mencari kesempatan untuk maju dan berkembang. Pasang mata, buka telinga, dan buka wawasan untuk tantangan dan kesempatan baru. Anda tidak pernah tahu, kapan akan mendapatkan sesuatu yang dapat mengubah karier Anda menjadi lebih cemerlang.

Enterpreneurship; Berpikir Sederhana dan Bertindak Cepat

Kata “entrepreneur” berasal dari bahasa Perancis:  “entre” berarti antara dan “prendre” berarti mengambil, secara harfiah dapat diartikan sebagai orang yang berani mengambil risiko dan memulai sesuatu yang baru. Entrepreneurship sendiri bukanlah merupakan sebuah  profesi, melainkan sebuah pola pikir atau mindset yang diimplementasikan dengan kerja keras, sikap hidup optimis, inovatif dan kreatif, serta memiliki jiwa kepemimpinan.
 
“Kata kunci menjadi enterpreneur adalah berpikir sederhana dan bertindak cepat, jika gagal harus dievalusi, sabar, jangan putus asa dan  terus mencoba,” ungkap Hariono,narasumber pada kuliah umum tentang enterpreneurship yang diadakan oleh Kedeputian Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi  (TAB) BPPT. Hariono yang juga menjabat sebagai CEO Dayu Group menambahkan bahwa  sifat-sifat enterprenur antara lain kreatif, mau maju dan belajar, serta mau bekerja keras. Sementara lawan dari sifat enterpreneur antara lain malas, spekulasi, malu/gengsi, takut gagal dan sejenisnya.

"Kedeputian TAB mengadakan hal ini untuk memberikan wawasan lebih luas tentang kewirausahaan dengan cara menggali pengetahuan dari narasumber utama, tak hanya teori, tapi juga kisah pengalamannya selama puluhan tahun sebagai wirausaha," ujar Listyani Wijayanti, Depka TAB-BPPT.

Dalam kaitannya dengan tupoksi BPPT, entrepreneur berarti tidak mesti BPPT yang bertindak sebagai institusi pembuat produk sekaligus sebagai penjual."Kedua kegiatan tersebut bisa dilakukan oleh dua institusi yang berbeda dan keduanya memerlukan jiwa entrepreneur,” ungkap Hariono. Acara yang dihelat di Ruang Komisi 1 dan 2 BPPT ini bertujuan  untuk memberikan wawasan tentang enterpreneurship dari sudut pandang seorang praktisi. Kuliah dihadiri oleh Deputi Kepala BPPT bidang TAB, para direktur  serta diikuti lebih dari 100 orang karyawan di lingkungan Kedeputian TAB. Adapun materi yang disampaikan berupa kiat-kiat praktis tentang bagaimana memulai untuk menjadi seorang entrepreuner.(TAB/SYRA/humas)

Sumber: http://pi-umkm.gin.web.id/id/seputar-bppt/enterpreneurship-berpikir-sederhana-dan-bertindak-cepat.html

Tuesday, February 26, 2013

The “Sticking to the Plan” Problem

First mistake: sticking to a plan just because you think sticking to a plan is a good thing. Why? When sticking to the plan is like running into a brick wall, get a ladder.
  • When you travel, and weather interferes, flights get cancelled, hotels are worse than hoped, do you stick to the travel plan?
  • On the playing field, when the game goes off in a different direction, and surprises you, do you stick to the game plan?
  • Why then do you assume you’re going to stick to a business plan?
Second mistake: not planning because you aren’t going to stick to the plan anyway. Would you not plan the trip because flights might change? Or the game because the opponents might surprise you? Not hardly.
It’s a business plan, not a straight jacket. It doesn’t narrow your options; it makes them easier to manage. Having the plan gives you a sense of strategy, priorities, long-term goals, steps along the way, responsibilities, interdependencies, metrics, tasks, and resources.
It helps you manage change. So when things change – and of course they will – that’s not more of a problem when you have a plan; the plan connects the dots so you can move things around more quickly.
Sticking to the plan is good when it’s reviewed, and thought through. Consistency is good most of the time. There are two dangers, however:
  1. It’s bad to stick to a plan that was based on assumptions that have since changed. It happens far too often.
  2. The idea that having a plan means being locked in, forced to stick to it, confuses the daylights out of people. They start to argue against having a plan because of it. As if having a plan doesn’t help you navigate better when there are changes. As if having a plan reduces your freedom to change course, which is simply not true.
That’s all I’m saying.

Source: http://timberry.bplans.com/2010/09/the-sticking-to-the-plan-problem.html

Ubah Mood Dalam Semenit

Ghiboo.com - Sebuah studi oleh Sonja Lyubomirsky, profesor psikologi di University of California, menemukan bahwa 50 persen dari alasan mengapa seseorang bahagia itu ditentukan secara genetik.
Sisanya, 10 persen oleh keadaan, dan 40 persen lainnya dari perilaku masing-masing.
Jadi sebenarnya Anda bisa mengontrol seberapa positif perasaan Anda. Lyubomirsky menyebut ini "happiness strategies".
Berikut ini beberapa cara terbaik untuk menghindari jeritan suara hati Anda. No more "aaaaaaaaah!" Senyum. "Senyum adalah cara yang tepat untuk "menipu" otak Anda untuk berpikir bahwa semuanya baik-baik saja, meski sebenarnya tidak demikian," ujar Jane Plant, penulis buku Your Life In Your Hands.
Ubah Pemikiran. Jika Anda menemukan diri Anda sedang "menikmati" negative self-talk, berhenti! "Hal ini sama sekali tidak membantu siapapun untuk bekerja dengan lebih baik," ujar life-coach Christina Winsey-Rudd.
Kudapan Sehat. Almond yang tinggi kalsium dapat membantu mengurangi rasa gelisah dan Brazilian nuts yang kaya mineral selenium bisa jadi mood-booster. Ditambah walnut dengan omega-3 untuk menghindari depresi.
Duduk Tegap. "Seseorang merasa lebih percaya diri ketika duduk dengan tegap, dan mereka dapat menghubungkan rasa percaya diri ini dalam pemikirannya saat itu," ungkap psikolog Richard Petty.
Berpikir Cepat.
Accelerated thinking can banish the blues, darling! Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh psikolog Emily Pronin. Coba pikirkan 10 destinasi liburan favorit Anda! Santorini, Raja Ampat, London, Praha, Yogyakarta, New Zealand, Turki... FUN!
Segelas Air Putih. Dehidrasi membuat Anda merasa lemah dan air putih dapat membantu mengembalikan level energi Anda.

Berkaca. Coba berkaca dan pijat pipi Anda membentuk lingkaran kecil dengan dua jari. Ini akan menstimulasi aliran darah dan memperoleh rasa percaya diri instan setelah melihat wajah yang tampak glowing.
Berbagi Rasa Positif. Semisal saat kolega di kantor bekerja dengan baik, tak perlu ragu untuk memujinya. Atau gaya rambut baru sahabat Anda tampak memesona, katakan saja! Trust us, you'll get the positivity right back to you.
(Cosmopolitan Indonesia edisi Agustus 2012)

 Sumber: http://id.she.yahoo.com/ubah-mood-dalam-semenit-023000989.html

Wednesday, February 13, 2013

Sepuluh Rahasia Pengusaha Sukses

Marketing.co.id- Menjalankan sebuah bisnis membutuhkan cara yang kreatif, fleksibel sekaligus menantang untuk menjadi bos dan menentukan masa depan bagi diri sendiri. Untuk itu dibutuhkan keberanian, tekad, dan keinginan untuk menjadi seorang pengusaha.
Namun, adakah cara untuk menentukan apakah Anda dapat menjadi seorang pengusaha sukses, atau Anda lebih baik bekerja untuk orang lain? Sayangnya, tidak ada formula untuk sukses.  Tapi, untuk membantu Anda menjadi pengusaha sukses, berikut kami siapkan sepuluh karakteristik pengusaha sukses yang kami kutip dari powerhomebiz. Lihatlah apakah Anda memiliki salah satu di antaranya:

Pikirkan kesuksesan
Untuk mencapai kesuksesan yang Anda inginkan, Anda harus memiliki mimpi yang besar. Setiap kisah sukses selalu dimulai dengan impian besar. Untuk itu Anda harus memiliki impian besar apakah Anda ingin menjadi orang kaya atau ingin terkenal. Anda harus memiliki visi yang jelas tentang apa yang ingin Anda capai lalu memvisualkan kesuksesan tersebut dalam pikiran Anda.

Terus bergairah dengan apa yang Anda lakukan
Anda memulai bisnis untuk mengubah sebagian atau seluruh hidup Anda. untuk mencapai perubahan ini Anda perlu mengembangkan dan memiliki gairah tinggi untuk mengubah dan menjalankannya.
Kesuksesan akan datang dengan mudah jika Anda mencintai apa yang Anda lakukan. Kenapa? Karena kita tidak kenal lelah dalam mengejar hal-hal yang kita cintai. Anda akan mencapai performa puncak dan melakukan apa yang harus Anda lakukan dengan baik jika Anda melakukan sesuatu yang menarik minat atau sesuatu yang Anda pedulikan.
Pengusaha yang sukses tidak merasa keberatan untuk bekerja 15-18 jam sehari untuk bisnis mereka karena mereka benar-benar mencintai apa yang mereka lakukan. Sukses dalam bisnis adalah semua tentang kesabaran dan kerja keras, yang hanya dicapai jika Anda bersemangat dan gila dengan tugas dan kegiatan.

Fokus pada kekuatan Anda
Setiap dari kita memiliki kekuatan dan kelemahan. Agar efektif, Anda perlu mengidentifikasi kekuatan dan fokus pada kekuatan tersebut. Anda akan menjadi lebih sukses jika mampu menyalurkan usaha Anda ke daerah-daerah yang terbaik Anda lakukan. Dalam menjalankan bisnis misalnya, jika Anda tahu Anda memiliki insting marketing yang baik, manfaatkan kekuatan ini dengan baik agar maksimal.

Tidak pernah memikirkan kemungkinan terjadinya kegagalan
Ayn Rand dalam novelnya “The Fountainhead” menulis, “It is not in the nature of man – not of any living entity, to start out by giving up.” Sebagai pengusaha, Anda harus sepenuhnya percaya pada tujuan dan yakin bahwa Anda bisa melakukannya.
Anda harus berpikir bahwa apa yang Anda lakukan akan memberikan manfaat untuk lingkungan dan diri pribadi Anda. Anda harus memiliki keyakinan yang kuat pada ide, kemampuan, dan diri anda sendiri. Semakin yakin Anda dengan kemampuan yang dimiliki, semakin cepat Anda dapat mencapainya.
Namun, keyakinan Anda harus diimbangi dengan resiko yang sudah diperhitungkan. Pengusaha sukses adalah mereka yang menganalisa dan meminimalkan resiko dalam mengejar keuntungan. Ketika mereka selalu mengatakan, “not guts, no glory”

Merencanakan yang sesuai
Anda memiliki visi dan kepercayaan bahwa visi Anda dapat diraih. Tapi apakah Anda tahu bagaimana untuk sampai ke visi tersebut? Untuk mencapainya, Anda harus memiliki tujuan konkrit yang akan memberikan batu loncatan menuju visi utama Anda.
Buat tujuan Anda secara tertulis jangan hanya berwujud fantasi. Anda perlu merencanakannya dengan sedemikian rupa sehingga setiap tindakan yang akan dilakukan akan berkontribusi terhadap pencapaian visi Anda.
Orientasi tujuan yang kuat merupakan karakteristik dari setiap pengusaha yang sukses. Mereka memiliki visi, dan mereka tahu bagaimana untuk mencapainya. Kemampuan Anda dalam menetapkan tujuan dan membuat rencana untuk mencapainya merupakan keterampilan yang diperlukan untuk sukses. Rencana, rencana dan rencana. Karena tanpa itu kegagalannya terjamin.

Bekerja keras
Setiap pengusaha sukses itu pekerja keras. Tidak ada orang sukses hanya dengan duduk dan menatap dinding setiap hari. Bekerja keras akan mudah jika Anda memiliki visi, sasaran yang jelas, dan bergairah dengan apa yang Anda lakukan.

Terus mencari jaringan
Dalam bisnis, Anda dinilai oleh perusahaan yang Anda jalankan, mulai dari tim menajemen, dewan direksi, dan mitra strategis. Bisnis selalu memerlukan bantuan, terlebih lagi bisnis kecil.
Sangat penting untuk membentuk aliansi dengan orang-orang yang dapat membantu anda..untuk sukses dalam bisnis, Anda perlu memiliki keterampilan networking yang baik dan selalu waspada terhadap peluang untuk memperluas jaringan Anda.

Kemauan untuk belajar
Anda tidak perlu menjadi seorang pemegang gelar MBA atau lulusan PhD untuk berhasil dalam bisnis Anda sendiri. Bahkan, ada banyak pengusaha yang bahkan tidak menyelesaikan pendidikan menengahnya. Studi menunjukkan bahwa sebagian besar miliarder self-made memiliki kecerdasan rata-rata.
Meskipun demikian, orang-orang ini mencapai kesuksesannya karena mereka mau belajar. Agar berhasil, Anda harus mau bertanya, ingin tahu, tertarik, dan membuka pengetahuan baru. Kemauan untuk belajar ini menjadi lebih penting mengingat perubahan yang cepat dalam dunia teknologi dan cara melakukan bisnis.

Tekun dan memiliki keyakinan
Tidak ada yang mengatakan bahwa jalan menuju kesuksesan itu mudah. Meskipun niatnya baik dan pekerja keras, kadang-kadang Anda akan gagal. Beberapa pengusaha sukses mengalami kemunduran dan kekalahan, bahkan bangkrut, namun mereka segera bangkit untuk menjadi besar di bidang mereka.
Keberanian untuk bertahan dalam menghadapi kesulitan dan kemampuan untuk bangkit kembali setelah kekecewaan sementara akan menjamin kesuksesan Anda. Anda harus belajar untuk memperbaiki diri dan mulai dari awal lagi. Ketekunan adalah ukuran dari keyakinan pada diri sendiri. Ingat, jika Anda bertahan, tidak ada yang dapat menghentikan Anda.

Disiplinkan diri Anda
Thomas Huxley mengatakan, “Do what you should do, when you should do it, whether you like it or not.” Disiplin diri adalah kunci kesuksesan.
Kuatnya keinginan untuk memaksakan diri Anda untuk melakukan apa yang orang lain tidak ingin lakukan, berusaha lebih keras, berjuang untuk memenangkan pertempuran dengan diri sendiri merupakan harga yang harus Anda bayar dari sebuah kesuksesan.

Sumber: http://www.marketing.co.id/blog/2012/11/09/inilah-rahasia-para-pengusaha-sukses/

Friday, January 4, 2013

hindari 10 perkataan ini dalam menjalani kehidupan

Setidaknya ada 10 kalimat yang memiliki dampak cukup unik pada motivasi hidup. Saya tidak berani berkata “harus menghindari” kalimat-kalimat ini.. Saya hanya bisa “mewaspadainya” sebelum kalimat-kalimat itu menyusun kekuatannya dan mulai menjadi jangkar dalam hidup saya

1. Saya tidak mungkin melakukannya
Hmm… saya tidak perlu mengkerdilkan diri dan kemampuan saya untuk berkata seperti itu. Saya percaya, sebagai ciptaan yang paling sempurna, ada kekuatan luar biasa yang telah diturunkan langsung dari atas ‘sono’ .


2. Saya tidak punya bakat
Bakat? talenta? yup.. saya akui, “Pintar memang bisa dipelajari, tetapi “bintang” adalah dilahirkan“. Ada beberapa orang yang dianugerahi talenta luar biasa. Tetapi, hal ini bukan berarti orang yang lainnya tidak mempunyai talenta apa pun, kan? Saya sering melihat bagaimana orang-orang bisa berhasil walau hanya berbekal satu atau dua talenta saja. Sebaliknya saya juga sering melihat banyak orang gagal dan terbuang walau sebenarnya multitalenta.
Sikap, perilaku, dan perkataan justru lebih menentukan bagaimana seseorang bisa dihargai dan diterima oleh lingkungannya. Saya sendiri lebih menghargai, mendukung, bahkan memprioritaskan “orang-orang biasa” yang berperilaku santun, tekun, dan lemah lembut, daripada mereka yang berbakat luar biasa tetapi memiliki sikap dan perkataan yang kasar atau tidak mengenakkan.. (I know it is ridiculous, but that’s the fact.. ; ) )
Hmmm.. anyway, “bakat” sendiri bukan sebuah hal yang statis. Bakat “ada” karena apa yang biasa dilihat, didengar, dirasakan.. ini proses selama bertahun-tahun. Seorang anak yang dilahirkan dari keluarga seniman.. karena terbiasa mendengarkan nyanyian ibunya sejak kecil, karena terbiasa melihat bapaknya menggambar, saya yakin, ketika dewasa ia akan mewarisi bakat seni orang tuanya (walau belum tentu menyukainya). Demikian juga anak-anak lain yang dibesarkan dari keluarga bisnisman, ilmuwan, dan sebagainya. Sekalipun hal ini masih menjadi perdebatan di kalangan psikolog, tetapi saya boleh percaya bahwa manusia punya kuasa untuk menciptakan “bakat”!


3. Saya cuma lulusan SD
Kata “SD” pada kalimat di atas boleh diganti dengan “SMP”, “Kejar Paket A”, “TK”, atau apalah.. Yang jelas, pendidikan bukan penentu utama keberhasilan seseorang. Memang, mereka yang berpendidikan tinggi akan lebih berpeluang berhasil dari pada yang berpendidikan rendah (maaf). Tetapi bukan berarti lulusan SD tidak bisa berhasil. Saya sering melihat bagaimana sebuah perusahaan yang mayoritas karyawannya sarjana, tetapi ternyata pemiliknya hanya lulusan SD. Anda juga bisa membaca salah satu cerita konyol mengenai hal ini di artikel Email Anak SMP. Bahkan, 6 dari 10 Pemuda Pengubah Dunia yang saya tulis beberapa waktu lalu itu juga tidak pernah lulus kuliah!
So, what? Saya akan berusaha untuk tidak menyalahkan pendidikan sebagai topeng kemalasan dan kebodohan saya. Jika tidak tahu, ya belajar.. simple kan?


4. Lingkungan saya tidak mendukung
Banyak sekali orang-orang hebat lahir dari keadaan yang sama sekali tidak mendukung. Siapa saja? terlalu banyak untuk disebutkan . Beberapa di antaranya pernah tertulis di kategori Tokoh Inspiratif. Banyak tulisan dan lagu hebat yang justru lahir saat penulisnya masih di dalam penjara. Banyak orang kaya lahir dari keluarga miskin. Banyak ilmuwan yang dulunya dianggap bodoh atau gila, bahkan Thomas A. Edison pun pernah ditolak masuk SD karena dianggap idiot. Saat keadaan berkecamuk karena perang dan menjadi pengungsi, Albert Einstein malah dinobatkan menjadi Doktor dan Guru Besar. Bung Karno juga bukan sarjana politik, beliau adalah insinyur, dalam keadaan terbuang di Bengkulu, beliau malah merancang beberapa rumah dan merenovasi Masjid Jami’ di tengah kota. Tom Cruise? Ah, dia hanya seorang disleksia yang susah membedakan antara huruf “b” dan “d”. Keadaan bisa membuat berhasil tetapi bisa juga membuat gagal. Yup, Semua tergantung dari bagaimana cara melihat dan menghadapinya..


5. Masa lalu saya hancur
Dalam konteks ini, sepertinya kisah mengenai Oprah Winfrey bisa menutupnya. Yup, orang tuanya bercerai, dan lebih parah lagi, dia pernah diperkosa oleh saudara sepupunya. Tiap orang tahu, mengatasi problem masa lalu memang rumit. Masa lalulah yang membentuk diri dan menentukan bagaimana sifat dan sikap seorang manusia. Tetapi, itu “hanya film”.. yah, film! cukup untuk dilihat dan diikuti ceritanya, bisa dijadikan inspirasi atau motivasi hidup (kalo perlu), atau bisa juga dijadikan ‘hobi’ saat senggang. Tetapi, film hanya film.. berbeda dengan kenyataan sekarang.
Ia hanya dokumentasi sejarah dan tidak ada yang bisa dirubah. Kenapa harus ngotot pada sesuatu yang sudah tidak bisa dirubah? Lebih baik jika menyutradarai “film baru” yang ceritanya bisa dirubah seperti yang diinginkan.. saya biasa menyebut film baru tersebut: “Masa Depan“.


6. Saya tidak punya kesempatan
Hmm.. setahu saya setiap orang diberi waktu yang sama setiap harinya: 24 jam. Kenapa hasilnya bisa lain? Yup, setiap orang menggunakannya dengan caranya masing-masing. Memang, setiap orang dianugerahi lingkungan yang berbeda-beda. Ada lingkungan yang memang cukup kondusif untuk maju, tetapi ada juga yang destruktif bagi kemajuan. Tetapi, bukan berarti kesempatan itu tidak ada!
Jika melihat kemiskinan, berarti saya diberi kesempatan untuk mengentaskan kemiskinan. Jika melihat orang tertimpa musibah, berarti saya diberi kesempatan untuk menolong.. sekali lagi, Kesempatan! Ia selalu ada di sekitar saya. “Kesempatan” adalah pemicu kemauan seseorang untuk merubah sesuatu yang gak beres menjadi beres.. sesuatu yang gak baik menjadi baik. “Kesempatan” tidak hanya muncul pada situasi-situasi yang mengenakkan, malah sebaliknya, semakin kritis lingkungan, akan semakin banyak kesempatan yang muncul. Bukankah krisis ekonomi tahun 1998 yang lalu justru malah melahirkan banyak sekali jutawan-jutawan baru? Bukankah mereka yang ‘berhasil’ adalah mereka yang bisa melihat dan memanfaatkan “kesempatan” ini?


7. Saya kurang beruntung
Yup, keberuntungan memang bisa dikatakan sebagai hal yang statis, ia tidak datang begitu saja pada setiap orang. Ia memang seperti anugerah. Jika keberuntungan memang sulit diusahakan, lalu kenapa tidak memintanya kepada Sang Pemberi Anugerah? . Dulu pernah ada penelitian mengenai hal ini. Lengkapnya pernah tertulis di artikel The Luck Factor. Yeah.. di situ terdapat beberapa tips untuk ‘merayu’ Sang Pemberi agar selalu melimpahkan keberuntungan pada umatnya.


8. Saya Takut Sakit Hati lagi
Di twitter, seorang sahabat pernah menulis “Mencintai, memiliki, dan merasa kehilangan adalah satu paket kehidupan yang tidak dapat dipisahkan..”. Selain itu, di blog ini juga pernah ada tulisan Tentang Perpisahan. Yup.. “Kelak, setiap orang pasti akan meninggalkanmu, atau justru kamu yang akan meninggalkan mereka.. “. Sakit hati juga sebuah bagian penting dari proses kehidupan.. bukankah Hati yang sempurna dan bijaksana adalah justru hati yang memiliki banyak bekas luka?


9. Saya khawatir jika hasilnya mengecewakan
Tidak ada satu orang pun yang tidak pernah mengecewakan orang-orang di sekitarnya. Tidak mungkin memiliki banyak teman tanpa memiliki sedikit musuh. Tidak ada karyawan yang sama sekali tidak pernah mengecewakan atasannya. Yang paling penting adalah apa yang harus dilakukan jika ternyata mengecewakan orang lain? yup.. Tiga Kata Ajaib mungkin bisa bisa membantu.. ^^


10. Saya takut salah
Nobody perfect! That’s all.. . Setahu saya.. orang yang takut salah dan takut gagal justru malah lebih banyak berbuat kesalahan. Tidak ada percobaan ilmiah yang tidak pernah gagal. Tidak ada pengusaha sukses yang belum pernah bangkrut, tidak ada peruntung tenar yang belum pernah mengalami kerugian, tidak ada aktivis yang tidak pernah teraniaya, tidak ada tokoh politik yang belum pernah dikritik, dan tidak ada selebritis terkenal yang belum pernah dicacimaki. Yup.. ini adalah “kuat-kuatan”, mereka yang tahan terhadap dampak kesalahan yang pernah dibuat dan tidak pernah berhenti berusaha.. merekalah yang berhasil.. ^^






















Sumber:
http://www.kaskus.co.id/thread/50854fc4ea74b47227000003
http://www.ceritainspirasi.net/


















































Saturday, October 27, 2012

13 Hal yang Dirahasiakan SDM

By Reader's Digest Magazine

1. "Setelah Anda menganggur lebih dari enam bulan, Anda akan dianggap sulit diterima bekerja. Kami berasumsi bahwa orang lain lebih berpeluang dari Anda, sehingga kami pun tidak mau berurusan dengan Anda." -Cynthia Shapiro, mantan eksekutif divisi SDM.

2. "Dalam hal mengenai mencari pekerjaan, orang yang Anda kenal akan sangat berpengaruh. Tidak peduli seberapa bagus CV Anda atau seberapa hebat pengalaman Anda, semuanya sangat bergantung pada koneksi." -Direktur SDM di fasilitas kesehatan.

3. "Jika Anda mencoba mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan tertentu, sering kali hal terbaik untuk dilakukan adalah untuk menghindari bagian SDM sepenuhnya. Carilah seseorang di perusahaan tersebut yang Anda kenal, atau hubungi langsung manajer rekrutmen." -Shauna Moerke, administrator SDM di Alabama.

4. "Orang mengira seseorang akan membaca surat lamaran mereka. Saya belum pernah membaca satu pun surat lamaran dalam 11 tahun." -Direktur SDM di sebuah perusahaan jasa keuangan.

5. "Kami akan menilai Anda berdasarkan alamat email Anda. Terutama jika nama alamat email tersebut merupakan sesuatu yang tidak pantas seperti kinkyboots101@hotmail.com atau johnnylikestodrink@gmail.com." -Rich DeMatteo, konsultan rekrutmen di Philadelphia

6. "Jika Anda berusia 50-an atau 60-an tahun, jangan menuliskan tahun kelulusan Anda pada CV." -SDM profesional sebuah perusahaan menengah di North Carolina.

7. "Ada mitos bahwa CV harus terdiri dari satu halaman saja. Sehingga banyak orang yang mengirimkan resume mereka dalam format tulisan yang kecil. Tidak ada yang akan membacanya." -Direktur SDM di sebuah perusahaan jasa keuangan.

8. "Saya selalu membaca resume dari bawah ke atas Dan saya tidak punya masalah dengan resume yang terdiri dari dua halaman, tapi tiga halaman terlalu banyak." -Sharlyn Lauby, konsultan personalia di Florida.

9. "Kebanyakan dari kita menggunakan sistem pelacakan para pemohon yang memindai resume berdasarkan kata kuncinya. Rahasia agar resume Anda terjaring oleh sistem tersebut adalah dengan mengambil kata-kata kunci langsung dari deskripsi pekerjaan dan sertakan ke dalam resume. Semakin kata kunci yang cocok, maka akan semakin besar kemungkinan resume Anda akan terpilih dan dapat dilihat oleh petugas perekrutan. " -Chris Ferdinandi, profesional personalia di wilayah Boston.

10. "Resume tidak perlu diberi warna untuk terlihat menonjol. Ketika saya melihat sedikit warna, saya menyeringai. Dan ketika saya melihat begitu banyak warna, saya merasa ngeri. Saya akan membuangnya dan resume Anda pun tidak akan dilihat lagi sebagai sesuatu yang baik. Itu sebenarnya sedikit menyeramkan. " -Rich DeMatteo
11. "Sangat mengejutkan ketika orang  datang untuk wawancara dan berkata, 'Bisakah Anda ceritakan tentang pekerjaan di sini?" Yang benar saja. Ada yang namanya internet. Carilah di sana. " -Profesional personalia di New York City.

12. "Banyak manajer tidak ingin mempekerjakan orang yang memiliki anak kecil, dan mereka menggunakan segala macam trik untuk mengetahui hal itu, secara ilegal. Ada personalia yang menyimpan foto dua anak yang lucu di mejanya meskipun ia tidak memiliki anak (berharap calon karyawan akan bertanya tentang mereka). Sementara yang lain biasanya mengantar calon pegawainya berjalan menuju mobilnya untuk mencari tahu apakah mereka memiliki kursi mobil anak-anak." -Cynthia Shapiro

13. "Apakah akan lebih sulit untuk mendapatkan pekerjaan jika Anda gemuk? Tentu saja. Para manajer rekrutmen membuat penilaian dengan cepat berdasarkan stereotipe. Para manajer tersebut hanya mengikuti karakter George Clooney di film  “Up in the Air”, yang mengatakan 'Aku seorang yang melakukan stereotipe. Itu lebih cepat.'" -Suzanne Lucas, seorang mantan eksekutif personalia.


 http://id.she.yahoo.com/13-hal-yang-dirahasiakan-sdm.html