Tuesday, January 11, 2011

(Tanya Jawab) Investasi di Properti atau Deposito?

"Investasi di properti atau deposito?"

Investasi di Properti atau Deposito

Salam Kenal,

Saya orang awam yang tidak paham mengenai investasi, misalnya saya mempunyai dana Rp 180 juta, jika di depositokan bunga per bulannya hanya Rp 500 ribuan, setahun Rp6 juta.

Pertanyaan saya : efisienkah cara saya berinvestasi seperti ini, jika dibandingkan dengan investasi membeli rumah sederhana sehrga Rp 180 juta, di mana 5 atau 10 tahun lagi baru dijual kembali? Kira-kira lebih menguntungkan mana dengan deposito?

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

Salam Hormat,

Siswanto Wijaya.

Jawab :

Hallo salam kenal juga pak Siswanto.

Pilihan untuk mengembangbiakkan uang anda baik di sektor property maupun deposito memiliki sisi positif dan negatifnya masing-masing. Produk Deposito sisi positifnya adalah tingkat keamanan investasi yang kita tanamkan cukup tinggi sepanjang masih di batas nilai simpanan yang dijamin oleh Lembaga penjamin simpanan (LPS) yaitu sebesar 2 Milyar. Sisi positif lainnya adalah anda bisa mendapatkan imbal hasil seperti yang dijanjikan di awal cukup dengan menyetorkan uang ke bank dan tidak melakukan apa-apa lagi. Kekurangan dari Deposito adalah bunga yang ditawarkan relatif rendah. Saat ini rata-rata bunga deposito yang ditawarkan oleh perbankan adalah 6% setahun. Bila dibandingkan dengan data inflasi per september 2011 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yaitu sebesar 8,4%, maka bila kita menaruh uang di deposito maka memang uang kita akan berkembang jumlahnya, namun ternyata masih tidak berdaya bila melawan inflasi.

Sementara bila berinvestasi di sektor property, sisi positifnya adalah return yang cukup menggiurkan. Tercatat nilai keuntungan yang diperoleh dari sektor property yang dimiliki seseorang selama setahun adalah mulai dari 12%. Bila property itu dimiliki lebih lama lagi maka kenaikannya juga akan lebih tinggi lagi. Selain dengan cara jual-beli, anda juga bisa mendapatkan keuntungan dari sektor property dengan cara menyewakannya. Harga property pun juga hampir bisa dipastikan akan selalu naik, kecuali property anda terkena force majeur seperti bencana alam, maka baru deh harganya akan turun.

Sisi negatifnya berinvestasi di property adalah modal yang dibutuhkan memang cukup besar. Lalu anda juga harus memperhatikan biaya-biaya yang timbul dalam proses jual belinya. Selain itu selama property belum laku terjual, anda juga harus mengeluarkan biaya untuk perawatannya.
Jadi walaupun sektor property menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar, anda harus berhitung dengan lebih cermat agar bisa mendapatkan keuntungan yang paling maksimal dari dana yang dimiliki.



(Tanya Jawab) Beli Rumah di Pinggir Kota

"Beli rumah di pinggir kota"

Beli Rumah di Pinggir Kota

Mbak Mike yang baik,

Alhamdulillah saat ini, kami sekeluarga sudah mempunyai rumah sendiri di pinggir kota meskipun hanya dibeli dengan cara mencicil. Setelah cicilan rumah ini selesai kami bermaksud ingin membeli sebuah rumah lagi untuk anak kami yang telah berkeluarga. Anak kami menginginkan rumah yang lokasinya tidak terlalu jauh dari kota, karena tidak ingin terlalu dipusingkan dengan masalah kemacetan. Mungkinkah mbak Mike bisa memberikan saran mengenai pembelian rumah tersebut, kisaran harganya berapa dan agen mana yang bisa kami percaya?

Terima kasih.

Helen Mariani. Jakarta.

Jawab :

Halo bu Helen,

Senang sekali mendengar niat Anda untuk membantu anak Anda memiliki rumah sendiri. Membeli rumah memang gampang-gampang susah. Inginnya sih yang bisa memenuhi selera dan kebutuhan, tapi masalahnya kondisi keuangan tidak selalu bisa memenuhi tuntutan tersebut. Karena itu dalam membeli rumah yang paling utama adalah agar kita bisa menyesuaikan antara uang yang tersedia dengan keinginan. Nah, bicara tentang keinginan, anak Anda ingin menginginkan rumah yang letaknya tidak terlalu jauh dari kota, dengan alasan supaya tidak terlalu dipusingkan masalah kemacetan.

Jika kita lihat kondisi jalan-jalan utama di tengah kota dan kondisi jalan yang menuju kota dari daerah pinggirnya Jakarta terutama pada jam-jam kerja juga luar bisa macet Buat orang yang bekerja kondisi ini selain  tidak menyenangkan juga tidak sehat. Rumah di pinggir kota, walaupun harganya lebih murah daripada di tengah kota, namun jaraknya mungkin jauh dari tempat anak Anda dan menantu bekerja. Rumah di dalam kota, memang memiliki akses yang mudah yang bisa menghubungkan kita ke manapun di dalam kota, namun harganya selangit. Jika memang bisa menemunkan calon rumah yang masih terletak di Jakarta, mungkin dipinggiran bukan di tengah kota. Kemungkinan antara kondisi keuangan, keinginan dan kenyamanan dalam memilki rumah bisa sesuai dengan kondisi keuangan. Beberapa tips memilih rumah berikut ini bisa membantu Anda mewujudkan rumah idaman anak Anda :

1. Buatlah daftar proritas yang diinginkan dari rumah yang akan dibeli seperti jumlah kamar tidur, kamar mandi, halaman, garasi, kondisi atap, dinding, dan lain-lain. Kemudian buat juga daftar fasilitas–falitas umum yang nantianak Anda butuhkan, seperti PAM, listrik, jalan umum, kebersihan, rumah ibadah, sekolah, pasar dan lain-lain. Tambahkan lagi daftar tersebut dengan persyaratan lainnya seperti bebas banjir, sertifikat rumah lengkap dan tidak dalam sengketa apapun. Dengan membuat daftar prioritas akan menghemat waktu, tenaga dan uang dalam proses membeli rumah.

2. Datanglah ke berbagai pameran rumah atau saat ini yang sedang kondang adalah bursa rumah seken. Disana bisa mendapatkan banyak sekali informasi rumah dari para broker property dan pengembang yang siap membantu, dan biasanya ditawarkan dengan harga miring atau potongan diskon.

3. Sebaiknya Anda jangan langsung percaya dengan gambaran kondisi rumah yang tertera pada brosur penjualan atau seperti yang dipajang pada miniatur bangunan rumah yang akan dijual dipameran tersebut. Cocokkan informasi yang diberikan dengan kunjungan langsung ke lokasi. Jika memungkinkan buatlah foto-foto sendiri dengan demikian akan memperoleh informasi yang sebenar-benarnya dari rumah tersebut.

4. Jangan menghabiskan semua simpanan tunai Anda untuk membeli rumah. Pertimbangkanlah kemungkinan masih banyak kebutuhan rumah tangga lainnya dan juga investasi masa depan yang harus Anda siapkan. Jika pembelian rumah terlalu berat untuk Anda, mintalah anak Anda untuk menanggung setengah atau sejumlah tertentu dari harga rumahnya. Hal ini sangat baik untuk dilakukan, jika hanya dibelikan maka dengan turut menanggung biaya pembelian rumah, anak Anda mempunyai rasa memiliki yang besar terhadap rumah itu nanti, sehingga timbul kesadaran untuk merawat rumah tersebut dengan baik.

5. Jika dana tunai yang tersedia tidak cukup pertimbangkanlah untuk mencari rumah yang lebih murah atau  membeli rumah dengan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR bank. Namun untuk KPR, diajukan atas nama anak Anda atau menantu. Anda cukup membantu sejumlah tunai tertentu saja, sisanya biar diselesaikan kepada oleh anak Anda.

6. Persiapkanlah dana cadangan untuk membayar biaya-biaya pembelian rumah. Seperti booking, fee, balik nama sertifikat, pajak dan lain sebagainya. Jika Anda membeli rumah dengan KPR, persiapkanlah juga sejumlah dana untuk membayar biaya administrasi dan provisi kredit serta biaya pengikatan kreditnya. Biaya ini biasanya terjadi diluar harga rumah, jika Anda hanya membantu sebesar harga rumahnya saja maka mintalah anak Anda untuk mempersipakan dana biaya pembelian rumah ini sendiri.

7. Selain rumah, mungkin apartemen bisa dilirik. Dengan harga yang kompetitif anak Anda sudah bisa memiliki tempat tinggal di tengah kota dengan fasilitas yang memadai. Mungkin ukuranya jadi lebih kecil dan tidak memiliki halaman sendiri. Namun, jarak ke tempat kerja tentunya jadi lebih dekat juga ke berbagai tempat lain di Jakarta.

8. Perhatikan mengenai masalah hukum agar tidak terjadi perselisihan dikemudian hari. Tentukan rumah tersebut nanti atas nama siapa. Apakah atas nama Anda atau langsung diatas namakan anak Anda.

Selamat berburu rumah.




(Tanya Jawab) Menilai Kelayakan Tempat Usaha Cuci Mobil

"Menilai kelayakan tempat usaha cuci mobil"

Menilai Kelayakan Tempat Usaha Cuci Mobil

Mbak Mike,

Saya sedang berpikir ingin membeli sebuat tempat pencucian mobil milik teman yang hampir tutup. Karena tempat pencucian mobil yang akan saya beli masih cukup baru (belum genap 6 bulan), jadi saya tidak cukup mendapatkan gambaran mengenai pendapatannya. Untuk membeli tempat cuci mobil tersebut saya harus mengajukan pinjaman ke bank, dan saya sendiri juga belum terlalu memahami mengenai bisnis pencucian mobil, tapi saya seorang insinyur dan cukup memahami perlengkapan yang digunakan untuk mencuci mobil tersebut. menurut mbak Mike, apakah tempat cuci mobil tersebut merupakan aset investasi yang baik? Kira-kira apa saja yang harus saya persiapkan sebelum mengajukan pinjaman dana ke bank? Dan terakhir, kira-kira di mana ya saya bisa mempelajari lebih banyak mengenai bisnis seperti itu?

Terima kasih.

Edy.L. Jakarta.

Jawab :

Halo Pak Edy,

Memulai suatu bisnis adalah salah satu cara untuk berinvestasi, dimana dari hasil keuntungan bisa menjadi pemasukan untuk Anda. Namun terlebih dahulu kita harus memperhitungkan apakah bisnis tersebut layak dijadikan investasi atau tidak, apalagi jika Anda harus meminjam dari bank untuk keperluan investasi. Jangan sampai Anda sudah terlanjur mengambil pinjaman namun kesulitan dalam membayar cicilan pinjamannya karena ternyata hasil usahanya tidak cukup untuk membayar pinjaman. Sebagai seorang insinyur, Anda cukup memahami perlengkapan yang digunakan untuk mencuci mobil tersebut, hal ini sudah merupakan suatu keuntungan. Namun pengetahuan terjadap mesinnya saja tidak cukup, sebab lebih jauh Anda juga harus memahami terlebih dahulu karakter atau apa dan bagaimana bisnisnya tersebut.

Apakah usaha cuci mobil merupakan bisnis yang baik atau tidak? Untuk menilai apakah suatu bisnis layak dibeli sebagai investasi atau tidak, maka sangat memerlukan data-data keuangan selama usaha tersebut sudah berjalan misalnya laporan Laba/Rugi, Laporan Arus Kas dan Neraca. Kendalanya sejarah keuangan masa lalu juga belum bisa dijadikan ukuran karena bisnisnya baru berjalan 6 bulan, dimana kemungkinan secara keuangan bisnis tersebut belum menguntungkan. Jika penilaian secara kuantitas (kondisi keuangan) kurang mendukung, maka Anda bisa menilai kelayakan suatu bisnis berdasarkan analisa kualitatifnya (non angka). Analisa kualitatif memperhitungkan faktor-fktor (intern & eksteren) apa saja yang mempengaruhi keberhasilan usaha antara lain manajemen atau siapa pengelolanya, bentuk perusahaan, strategi pemasaran yang sudah dijalankan, cara produksi, sumber daya manusia, dan lain-lain.

Untuk analisa faktor eksternal maka lakukan semacam riset kecil untuk mengetahui permintaan atau kebutuhan orang terhadap jasa cuci mobil juga bagaimana persaingan yang terjadi bisnis di bisnis ini. Riset ini bisa dikatakan sebagai survey pemasaran, bertujuan untuk membantu Anda untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai bisnisnya. Misalnya mengetahui mengapa orang membutuhkan jasa cuci mobil, siapa saja penggunanya, berapa seringnya orang menggunakan jasa ini, apa saja variasi jasa yang bisa ditawarkan dalam binis cuci mobil, dan lain-lain. Hasil dari riset inilah kemudian digunakan untuk menentukan target pasar, mengatur kebijakan mengenai harga dari jasa yang ditawarkan dan segala sesuatu mengenai strategi pemasaran yang diperlukan untuk memenangkan persaingan. Jika hasil dari riset tadi, menghasilkan kesimpulan bahwa bisnis cuci mobil tersebut mempunyai potensi, maka selanjutnya tinggal bagaimana mencari sumber modal bagaimana harus membiayai bisnis tersebut. Sumber modalnya sendiri bisa dari mana saja, tentunya yang terutama adalah dari modal sendiri, kemudian dengan cara patungan (partner) atau meminjam ke bank. Jika Anda ingin meminjam ke bank khusus untuk alasan usaha, maka perlu Anda ketahui bahwa persyaratan diberikannya kredit usaha adalah jika usahanya sudah berjalan lancar minimal 2 tahun, untuk kredit inipun Anda harus menyertakan jaminan. Karena usaha cuci mobil ini baru berjalan 6 bulan, maka belum memenuhi syarat untuk diberikan kredit usaha. Anda mungkin bisa meminjam kredit jenis lain selain kredit usaha, namanya kredit multi guna. Kredit multi guna ini bisa digunakan untuk tujuan apa saja tidak harus dengan tujuan untuk membiayai usaha. Namun kredit multi guna juga mensyaratkan adanya jaminan. Jika Anda keberatan mensertakan jaminan, maka mungkin Kredit Tanpa Agunan cocok untuk Anda, namun karena tanpa jaminan sama sekali maka jumlah pinjaman dibatasi agar tidak terlalu besar.

Tinggalah Anda yang menyesuaikan antara pinjaman dengan kebutuhan Anda. Namun, saran saya jika bisnisnya belum menghasilkan keuntungan karena baru berjalan, maka usahakanlah untuk menggunakan modal sendiri terlebih dahulu. Sebab pinjaman kepada bank akan meyebabkan kewajiban pembayaran cicilan pinjaman yang rutin, padahal bisnisnya sendiri karena baru berjalan belum tentu bisa menghasilkan penghasilan rutin yang cukup untuk membayar cicilan hutang bank. Kecuali Anda mempunyai penghasilan lain yang bisa menjamin pembayaran cicilan hutang, maka selama bisnis tersebut belum menghasilkan penghasilan yang cukup, maka cicilan hutang bank bisa dibayar dari penghasilan Anda yang lain.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai bisnis cuci mobil, maka Anda bisa mendapatkan banyak referensi dari berbagai sumber antara lain orang yang lebih dahulu berkecimpung dalam bisnis cuci mobil. Dalam hal ini pengelola sebelumnya yang menjual bisnis cuci mobil ini kepada Anda bisa menjadi referensi. Anda juga bisa mendapatkan informasi atau kisah sukses pengusaha lain dalam bidang yang sama dengan browsing di internet, pada media on-line ini bahkan Anda hampir selalu bisa mendapatkan informasi mengenai apa saja. Begitu juga majalah, harian bisnis sesekali mengulas tentang bisnis mobil. Tidak ada salahnya juga Anda mengikuti berbagi kursus dan pelatihan kewirausahaan terutama yang membahas topik seputar bisnis perawatan kendaraan. Disana Anda bisa bergabung juga bertukar informasi dengan orang-orang yang mempunyai minat yang sama, bertemu dengan para usahawan yang sudah berhasil dan berguru darinya, juga sekaligus mempromosikan usaha cuci mobil Anda nanti.

Selamat berbisnis!


(Tanya Jawab) Mengapa Sulit Sekali Menabung

"Mengapa sulit sekali menabung"

Mengapa Sulit Sekali Menabung

Mbak Mike,

Saya seorang karyawan swasta dengan pendapatan rata-rata. Kalau dipikir-pikir, seharusnya pendapatan saya sudah cukup lumayan, sehingga bisa saya sisihkan untuk menabung. Tapi kenapa rasanya sulit sekali. Begitu sudah sampai akhir bulan kok tiba-tiba rasanya saya sudah miskin saja. Bagaimana cara menabung yang baik ya mbak. Tolong saya diberi solusinya.

Terima kasih.

Deviana Shandy. JL. Kelapa Gading Boulevard. Jakarta.

Jawab :

Halo bu Devi,

Anda mungkin menemukan kesulitan untuk mulai menabung, padahal Anda punya penghasilan yang menurut Andapun cukup dan Anda bahkan mungkin tidak mempunyai hutang dimanapun. Jadi dimana masalahnya?

Masalahnya adalah Anda terbiasa  mengahabiskan seluruh uang Anda setiap bulannya dan Anda tidak sanggup untuk merubah kebiasaan tersebut.
Kalau begitu saya punya berita baik untuk Anda. Hentikan kebiasan Anda menyisakan uang untuk menabung!

Kesalahan yang paling sering dilakukan orang dalam mengatur anggaran belanja bulanan adalah menempatkan tabungan ke dalam pos tabungan dan tidak memasukkannya ke dalam pos pengeluran rutin tiap bulan. Padahal tiap kali gajian yang anda lakukan adalah membayar seluruh pengeluaran Anda sehingga tidak ada yang tersisa untuk menabung. Bagaimana Anda merubah kebiasaan tersebut, cara-cara berikut ini mungkin dapat membentu Anda untuk menciptakan tabungan.

1. Bayar diri Anda terlebih dahulu. Kata bayar disitu maksudnya adalah pada tiap bulannya sebelum Anda lakukan pembayaran untuk pengeluaran apapun maka prioritaskan untuk menyetor sejumlah tertentu untuk tabungan. Jadi masukkan setoran tabungan ke dalam pos pengeluaran rutin tiap bulan. Anggaplah menabung sebagai pengeluaran rutin Anda sama dengan biaya rumah tangga lainnya seperti tagihan listrik, PAM, makanan, transportasi dan lain-lain.

2. Gunakan celengan ayam. Menabunglah dengan uang kecil dahulu, misalnya kembalian uang logam. Tipa kali ada menadapat kembalian, usahakan segera dimasukan ke dalam celengan (celengan ayam atau kaleng bekas biscuit). Jangan dibuka sebelum penuh, jika sudah penuh masukkanlah ke dalam rekening Anda di Bank. Besarnya uang logam yang harus masuk celengan dapat Anda tentukan sendiri misalnya uang logam senilai Rp 100,- dan Rp 500,- atau hanya Rp 1000,- saja atau semuanya. Setelah Anda terbisa menabung uang receh di celengan ini, teruskan kebiasaan tersebut tetapi tingkatlah pecahan uangnya menjadi Rp 5.000,- Rp 10.000,- dan seterusnya.

3. Naikkan setoran tabungan tiap kali penghasilan anda naik. Setiap kali Anda mendapat uang lebih seperti bonus tahunan, atau THR maka sisihkanlah terlebih dahulu untuk menambah tabungan Anda. Begitu juga jika gaji Anda naik maka naikkan juga jumlah setoran rutin tabungan anda.

4. Miliki rekening khusus tabungan. Kesulitan orang pada umumnya dalam mengelola keuangan sehari-hari disebabkan karena tidak adanya kejelasan antara pengeluaran untuk keluarga, mana pengeluaran untuk pribadi dan mana pengeluaran untuk investasi. Karena itu sebuah keluarga sebaiknya memiliki satu rekening khusus yang digunakan untuk membiayai pos-pos pengeluaran keluarga terpisah dari rekening pribadi. Sedangkan rekening khusus tabungan sebaiknya juga dibuat terpisah agar akumulasi dana yang terkumpul untuk tujuan keuangan yang ingin dicapai tidak terpakai untuk pengeluaran lain.

5. Gunakan fasilitas autodebet (fasilitas transfer atau pemindah bukuan otomatis dari bank) dari rekening gaji Anda agar setiap bulan pada tanggal gajian langsung mentransfer sejumlah dana ke rekening khusus tabungan. Dengan demikian Anda tidak perlu repot-repot datang ke bank atau ATM untuk melakukan transfer atau pemindah bukuan.

Selamat menabung.




(Tanya Jawab) Mengelola Keuangan untuk Mahasiswa yang Bekerja

"Mengelola keuangan untuk mahasiswa yang bekerja"

Mengelola Keuangan untuk Mahasiswa yang Bekerja

Saya baru lulus SMA dan bekerja sebagai staff admin disalah satu perusahaan perdagangan, jarak kantor kerumah saya bisa ditempuh dengan jalan kaki selama kurang dari 30 menit. Saya ingin kuliah, saya mengambil kampus dengan harga 1.300.000/bulan sementara gaji saya hanya 1.800.000,- Tapi orangtua saya masih membantu biaya kuliah 800.000 dan sisanya saya yang tanggung, dan saya juga ingin menabung, bagaimana saya harus mengatur keuangan saya.

Terima Kasih,

Dewi Tamala.

Jawab :

Dear mba Dewi,

Betapa beruntungnya mba Dewi bisa cepat mendapat kerja setelah lulus SMA dan senang mengetahui bahwa semangat mbak Dewi untuk terus meningkatkan diri tetap terjaga. Mengamati pemaparan yang diberikan, berarti mba Dewi tiap bulannya memiliki pendapatan sebesar 2,6 juta rupiah. Adapun penghitungan pengaturan keuangan yang ideal adalah menggunakan cara sebagai berikut :

10 % : Ditabung / investasi
10 % : Pendidikan diri sendiri
10 % : Dana Darurat
10 % : Rekreasi
10 % : Sedekah / amal
50 % : Kebutuhan pribadi yang bersifat konsumtif 

Tabungan ataupun investasi tersebut kita sisihkan dari awal ketika menerima penghasilan. Sekali lagi, jangan lihat dari besarnya nilai yang kita sisihkan, tapi ketika kita bisa melakukannya secara kontinu, lambat laun tentu akan semakin besar nilainya. Uang yang kita kumpulkan tersebut bisa dialokasikan dalam bentuk tabungan, cicilan logam mulia, ataupun reksadana.

Pendidikan diri sendiri adalah dana tersebut kita gunakan sebagai modal untuk meningkatkan ilmu kita. Dengan kondisi mba Dewi yang masih kuliah seperti saat ini, berarti dana tersebut akan lebih banyak diperuntukkan untuk membeli buku, fotokopi materi, print makalah dll.

Dana darurat idealnya kita kumpulkan sebanyak 3–6 kali pengeluaran bulanan kita. Tujuannya untuk membiayai keadaan–keadaan darurat seperti sakit, kecelakaan dll.

Kebutuhan pribadi yang bersifat konsumtif adalah kebutuhan kita sehari–hari seperti makan, membeli baju, ongkos transport ke tempat kerja/kuliah, cicilan hutang misal ada, dll. Dengan asumsi mbak Dewi masih tinggal dengan orangtua, berarti belum perlu mengalokasikan dana untuk tempat tinggal.
Perhitungan diatas adalah angka idealnya, dan kunci untuk bisa mengelola keuangan kita dengan baik adalah komitmen serta disiplin diri dalam menjalankan apa yang sudah kita niatkan.

Salam,