Tanya:
Dear QM Financial, saat ini saya sedang
mencari produk asuransi kesehatan untuk ibu saya yang berusia 50 tahun.
Sudah ada beberapa agen dari perusahaan asuransi yang menawarkan
asuransi untuk ibu saya, di antaranya sebagai berikut:
1. Asuransi A (full kesehatan): Meng-cover biaya penggantian rawat inap (tanpa cover penyakit kritis)
2.
Asuransi B: Meng-cover penyakit kritis dan rawat inap, tapi penggantian
untuk rawat inap masih lebih besar Asuransi A (padahal uang premi
Asuransi B lebih mahal)
3. C: Meng-cover penyakit kritis, rawat inap, namun plus investasi.
Yang
ingin saya tanyakan, sebaiknya asuransi yang mana yang harus saya
pilih? Saya sebetulnya cocok dengan produk dari Asuransi A, namun mereka
tidak meng-cover penyakit kritis. Boleh disarankan produk asuransi apa
yang memiliki proteksi penyakit kritis namun tidak perlu harus mengambil
produk investasi? Mohon bantuan QM Financial untuk sarannya.
Jika saya ingin mendapatkan konsultasi lebih lengkap, saya bisa menghubungi kemana di QM Financial?
Terima kasih.
Lita, 25 tahun
Jawab:
Dear Mbak Lita,
Sebelum
melangkah kepada saran pilihan asuransi yang cocok untuk ibu Anda, saya
ingin mengonfirmasi kembali apakah benar ibu Anda memiliki risiko
penyakit kritis. Yang tergolong penyakit kritis antara lain: stroke,
jantung, gagal ginjal, dan kanker stadium 4. Setidaknya keempat penyakit
tersebut adalah penyakit dengan kondisi yang irreversible (tidak dapat
kembali pulih seperti keadaan semula) yang dapat menjadi indikator
kebutuhan akan asuransi penyakit kritis.
Jika memang ada riwayat
dalam keluarga ibu memiliki penyakit tersebut, sangat disarankan untuk
memiliki asuransi penyakit kritis. Tapi perlu diingat bahwa asuransi
penyakit kritis itu sifatnya santunan. Bukan pergantian biaya
pengobatan. Karena biaya pengobatan yang sifatnya rawat inap, itu
menjadi porsinya asuransi kesehatan.
Jadi jika terdiagnosis
suatu penyakit yang masuk dalam polis asuransinya, maka uang
pertanggungannya akan keluar. Klaim dibayarkan. Tidak bergantung biaya
yang dikeluarkan untuk rumah sakit, tapi tergantung berapa uang
pertanggungannya. Jika ambil asuransi penyakit kritis dengan uang
pertanggungan Rp500 juta misalnya, maka akan keluar uang sebesaritu.
Tidak ada kaitannya dengan biaya rumah sakitnya.
Memilih
asuransi sebaiknya yang murni, yang berdiri sendiri (misal: asuransi
kesehatan atau asuransi penyakit kritis saja), dan tanpa embel-embel
investasi karena akan lebih efektif dan preminya menjadi lebih murah
dengan pertanggungan yang umumnya lebih besar. Jika memang kebutuhannya
adalah untuk asuransi kesehatan atau asuransi penyakit kritis, ya
sebaiknya ambil itu tanpa perlu feature investasinya. Karena dalam
investasinya akan ada biaya-biaya investasi dan ada porsi investasi yang
menjadikan premi lebih mahal.
Mohon maaf, kami tidak bisa
menyebutkan suatu brand atau nama produk secara terbuka. Silakan Mbak
Lita mempertimbangkan kembali tawaran ketiga produk asuransi yang telah
disebutkan dengan melakukan penggalian informasi lebih dalam, lalu
sesuai dengan kebutuhan Ibunda.
Untuk konsultasi lebihlengkap,
Mbak Lita dapat memanfaatkan program konsultasi QM Financial dengan
menghubungi 021 – 29222800, 021 – 7395181, dan 022 – 91739012 atau di
www.qmfinancial.com
Kami akan membantu dengan senang hati!
Wulandari / QM Planner
www.qmfinancial.com
http://id.she.yahoo.com/menentukan-pilihan-dari-berbagai-tawaran-asuransi-kesehatan.html
No comments:
Post a Comment